Thursday, 12 December 2019
PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PANGAN KABUPATEN SEMARANG ALAMAT KANTOR JALAN LETJEN SUPRAPTO NO.9 UNGARAN NO. TELPON.024-6924728 FAX.024-6921811

                                                                                                                            

 

 

 

Login Form

Remember Me

       
December 2019
S M T W T F S
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31 1 2 3 4
No events

VISI MISI

 

             Renstra Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang  adalah Renstra OPD baru yang merupakan gabungan dari 3 dinas yang lama yaitu Dinas Pertanian Perkebunan Dan Kehutanan, Dinas Petrnakan Dan Perikanan Dan Kantor Ketahanan Pangan sebagai penjabaran dari RPJMD 2016-2021. Adapun visi dan misi serta tujuan dan sasaran Kabupaten Semarang yang relevan dengan tupoksi dengan dinas pertanian perikanan dan pangan adalah sebagai berikut

Visi

Visi RPJMD Kabupaten Semarang tahun 2016-2021 merupakan gambaran kondisi masa depanKabupaten Semarang yang dicita-citakan dan diharapkan dapat terwujud diakhir masa berlakunya periode RPJMD yaitu tahun 2021. Dengan mempertimbangkan potensi, kondisi, permasalahan, serta isu-isu strategis yang terjadi di Kabupaten Semarang serta memperhatikan visi dalam RPJM Nasional Tahun 2016-2021 dan visi RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018, maka dapat dirumuskan visi pembangunan RPJMD Kabupaten Semarang Tahun 2016-2021 yaitu :

PENEGUHAN KABUPATEN SEMARANG YANG MAJU, MANDIRI, TERTIB, DAN SEJAHTERA ( MATRA II )

Visi yang dikembangkan merupakan kesinambungan dari visi Kabupaten Semarang Tahun 2010-2015 yaitu MATRA. Pengembangan visi meliputi keselarasan visi dengan RPJPD Kabupaten Semarang Tahun 2005-2025, keselarasan visi dengan RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2013-2018 serta RPJM Nasional Tahun 2015-2019.

Sedangkan kondisi yang dimaksud MATRA II adalah :

  • Maju

Maju bermakna memiliki warga yang kreatif, dinamis, dan berpikir positif. Maju juga dimaknai dengan mempunyai kekuatan ekonomi yang tidak tertinggal dari daerah lain serta mampu berprestasi, berkompetisi dan unggul diberbagai bidang.

  • Mandiri

Mandiri bermakna mampu mewujudkan kehidupan yang sejajar, sederajat, serta saling berinteraksi dengan daerah lain dengan mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan sendiri. Kemandirian mengenal konsep saling ketergantungan melalui kerja sama yang saling mendukung dan menguntungkan dalam kehidupan bermasyarakat baik secara vertikal maupun horizontal. Kemandirian juga dimaknai dengan kemampuan untuk mengambil prakarsa dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi, disertai dengan kemampuan memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal. Kemandirian tercermin pula pada kemampuan menyerap aspirasi masyarakat dalam mewujudkan citacita bersamanya. Dengan kebersamaan tercapai kesamaan harapan, yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi mudah, yang ruwet menjadi sederhana dan yang gelap akan menjadi terang.

  • Tertib

Tertib artinya mampu mewujudkan perilaku aparatur pemerintah dan masyarakat yang selalu berpegang pada aturan dan norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Perilaku tertib dapat ditunjukkan dengan menurunnya angka pelanggaran hukum oleh aparat pemerintah maupun masyarakat.

  • Sejahtera

Sejahtera dimaknai sebagai kemampuan mewujudkan kondisi masyarakat yang terpenuhi hak-hak dasarnya baik dari aspek kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang didukung dengan terwujudnya kebebasan kehidupan beragama, dapat beribadah sesuai keyakinan dan kepercayaan masing-masing, hidup secara harmonis dan saling toleransi. Meningkatnya tingkat kesejahteraan dapat ditunjukkan dengan penurunan angka kemiskinan dan jumlah keluarga pra sejahtera, pemenuhan kebutuhan pokok, masyarakat, pangan, sandang dan papan serta terwujudnya kondisi lingkungan yang tetap asri dan lestari sebagai dampak positif dari meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat yang semakin sejahtera.

Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut, terdapat 6 misi yang akan ditempuh kabupaten semarang untuk memberikan arah dan batasan proses pencapaian tujuan dalam kurun waktu 2016-2021. Dinas pertanian perikanan dan pangan Kabupaten Semarang menjalankan misi ke 2 dari 6 misi Kabupaten Semarang, yaitu:

  • Mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal (INTANPARI) yang sinergi dan berdaya saing serta berwawasan lingkungan untuk menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan.

Pengembangan produk unggulan daerah meliputi produk industri, pertanian dan pariwisata dimaksudkan untuk mendorong masyarakat meningkatkan kegiatan usaha ekonomi dengan memanfaatkan sumber daya lokal, sehingga dapat membuka lapangan kerja bagi dirinya dan orang lain dalam rangka meningkatkan pendapatan. Pengembangan produk tersebut dilakukan secara sinergis dengan sektor-sektor lain seperti perdagangan dan keuangan sehingga akan didapatkan produk daerah yang memiliki daya saing. Pemanfaatan sumber daya daerah terutama yang rentan terhadap kelestarian/kerusakan lingkungan seperti air, bahan tambang dan lain-lain dilakukan secara terpadu sehingga dapat dijaga kelestariannya.

Tujuan dan Sasaran 

Tujuan dan sasaran pada hakekatnya merupakan arahan bagi pelaksanaan setiap urusan pemerintahan daerah dalam mendukung pelaksanaan misi, untuk mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Semarang selama kurun waktu 2016-2021. Senafas dengan agenda prioritas (nawa cita) dalam RPJMN tahun 2015-2019, dan RPJMD Kabupaten Semarang, RENSTRA Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan mengampu tujuan dan sasaran pada misi ke -2 RPJMD Kabupaten Semarang.

Tujuan dan sasaran pada masing-masing misi diuraikan sebagai berikut :

Misi 2 : Mengembangkan produk unggulan berbasis potensi lokal (INTANPARI) yang sinergi dan berdaya saing serta berwawasan lingkungan untuk menciptakan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan.

  • Tujuan 3 :

Meningkatkan usaha ekonomi daerah dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

  • Sasaran yang ke 3 dan 4

3) Meningkatnya akses petani terhadap sarana produksi, modal dan pemasaran, e-pertanian;

4) Terwujudnya diversifikasi usaha pertanian menuju agrobisnis, agroindustri, dan  agrowisata dalam rangka meningkatkan nilai tambah produk dan daya tarik usaha sektor pertanian;