Tuesday, 19 November 2019
PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PANGAN KABUPATEN SEMARANG ALAMAT KANTOR JALAN LETJEN SUPRAPTO NO.9 UNGARAN NO. TELPON.024-6924728 FAX.024-6921811

                                                                                                                            

 

 

 

Login Form

Remember Me

       
November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
No events

UPTD BALAI BENIH IKAN (BBI)

Balai Benih Ikan (BBI) yang dimiliki ada dua yaitu BBI Siwarak dan BBI Kebowan. BBI Siwarak berlokasi di Desa Nyatnyono Kecamatan Ungaran Barat dengan luas ± 2,2 Hasedangkan BBI Kebowan di Desa Kebowan Kecamatan Suruh seluas kurang lebih 2 ,1 Ha. Kegiatan BBIselain memproduksi benih ikan konsumsi seperti :Nila,Karper, dan Lele juga dikembangkanbeberapa jenis ikan hias.Tugas pokok dari UPTD Balai Benih Ikan adalah melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam penyediaan induk dan benih ikan unggul serta pemasaran ikan untuk pembudidayaan ikan bagi masyarakat petani ikan.

 

UPTD Pasar Hewan, RPH dan Puskeswan

a. Pasar Hewan

Pasar hewan di Kabupaten Semarang meliputi keseluruhan pasar hewan yang ada di wilayah Kabupaten Semarang. Operasional pasar hewan seperti pada umumnya pasar hewan di Propinsi Jawa Tengah yaitu  menganut  pasaran jawa. Pasar hewan terbesar adalah Pasar HewanAmbarawa terletak pada jalur Joglosemar (Jogja, Solo, Semarang).  Kegiatan pasar dilakukan pada hari pasaran Pon. Rata-rata  volume  untuk ternak besar kurang lebih 650-1.000 ekor, untuk ternak kecil 600-900 ekor, untuk unggas 2.000 ekor. Disamping ternak besar, ternak kecil maupun unggas terdapat beraneka ragam jenis burung kicuan, burung dara, hewan kesayangan dan aneka ternak yang diperjual belikan atau diperdagangkan di pasar hewan Ambarawa.  Ternak yang diperjualbelikan tidak hanya ternak dari wilayah Kabupaten Semarang tetapi ada yang berasal dari Temanggung, Magelang, Boyolali, Kendal, Grobogan, Blora, Wonosobo, Cilacap, Solo, Salatiga dan sebagainya.  Pendistribusian ternak besar maupun ternak kecil bisa mencapai luar Kabupaten Semarang maupun Propinsi Jawa Tengah, antara lain : Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Jogyakarta, Jawa Timur, Sumatra, Kalimantan dan lain sebagainya.

b. Rumah Potong Hewan dan Unggas (RPH/U)

 

 

Rumah Potong Hewan disingkat RPH sudah ada sejak jaman pemerintahan Belanda berkuasa di Indonesia. Setelah kemerdekaan kepemilikannya diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan dikelola oleh pemerintah daerah masing-masing dimana RPH tersebut berada.Dalam perkembangan selanjutnya dikeluarkan Perda Nomor 2Tahun 2011yang didalamnya antara lain mengatur pembentukan UPTDRumah Potong Hewandan Unggasatau disingkat RPH-R/RPH-U yang meliputi RPH-RAmbarawa, RPH-RUngaran, RPH-RTengaran, RPH-RTuntang, RPH-R Suruh,RPH-U Ungarandan RPUSK Ambarawa. Kewenangan RPH-Rdan RPH-U hanya terbatas aktifitasnya didalam gedung saja. Untuk pelayanan pemotongan hewan setiap RPH-R/RPH-Ubervariasi per harinya. Adapun tugas pokok dari UPTD ini adalah melaksanakan sebagian tugas Dinas PertanianPerikanan dan Pangan dibidang pemotongan hewan dan unggas sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tabel. Pelayanan Pemotongan Hewan di RPH-R/RPH-U

 No

R P H/R P U

Rata-Rata Pemotongan

 

 

1

2

3

4

 

 

1

2

 

RPH-R

 Ungaran

 Ambarawa

 Candirejo

 Tengaran

 

RPH-U

 Ungaran

 Ambarawa

 

Sapi

  5  ekor/hari

  6  ekor/hari

  3  ekor/hari

  4  ekor/hari

 

Unggas

       700 ekor/hari

          85 ekor/hari

 

Kambing/Domba

 4 ekor/pasaran

       5 ekor/hari

-

-

 

Dengan semakin majunya pengetahuan masyarakat tentang kegunaan protein hewani, keberadaan RPH-Rdan RPH-U memiliki peran yang cukup besar dalam menyumbangkan pendapatan asli daerah  pemerintah daerah Kabupaten Semarang.

Sampai saat ini telah dilaksanakan kegiatan yang mendukung kelangsungan RPH-Rdan RPH-U sebagai berikut :

-  Menjaga ketertiban pemotongan untuk terwujudnya persyaratan pemotongan hewan yang asuh di RPH-R / RPH-U

-  Mengawasi peredaran daging di Kabupaten Semarang

 

c. Pusat Kesehatan Hewan

PusatKesehatan Hewan untukmempermudah pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat peternak di wilayahKabupaten Semarang.Adapun Puskeswan dimaksud antara lain :

  1. Puskeswan Tegalwaton di Kecamatan Tengaran.
  2. Puskeswan Karangjati di Kecamatan Bergas.
  3. Puskeswan Getasan di Kecamatan Getasan.
  4. Puskeswan Ketapang di Kecamatan Susukan.
  5. Puskeswan Kaliwungu di Kecamatan Kaliwungu.
  6. Puskeswan Bancak di Kecamatan Bancak.

UPTD Pembibitan Pertanian

UPTD Pembibitan Pertanian meliputi dua kebun yaitu kebun Kesongo dan kebun Pakopen. Sebagai pendukung keberlanjutan pertanian dalam pembibitan yang berkualitas dan bermanfaat bagi petani di Kabupaten Semarang.

  1. Kebun Kesongo

Terletak di Dusun Tapen Desa Kesongo Kecamatan Tuntang. Berdiri diatas lahan seluas 8.000 m2 dan luas pertanian khusus sawah 24.406 Ha. Kebutuhan benih padi mencapai 1.220,3 ton/tahun. Pembentukan kebun Pakopen ini bertujuan meningkatkan produksi padi petani melalui penggunaan benih unggul dan bersertifikat, menyediakan benih padi unggul dan bersertifikat, mengoptimalkan penggunaan alat pertanian untuk digunakan petani, serta pengelolaan laboratorium untuk mengendalikan hama dan tanaman potensi yang ada di kebun. Sarana dan prasarana yang tersedia antara lain alat-alat pertanian, gedung laboratorium hama dan penyakit, serta gedung pertemuan.

  1. Kebun Pakopen

Kebun Pakopen  terletak di Dusun Pakopen Desa Pakopen Kecamatan Bandungan dengan luas lahan 2.255 Ha. Pembentukan kebun ini bertujuan mewujudkan tersedianya benih/bibit hortikultura yang berkualitas, mengembangkan tanaman hortikultura unggulan lokal, mengembangkan percontohan kaji terap teknologi hortikultura dan mendorong pemberdayaan sumber daya manusia hortikultura. Untuk mendukung operasional kebun dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana antara lain sawah, pekarangan, gedung pertemuan dan kantor, gudang sarana, green house, rumah lindung, gasebo, kolam dan paving blok.