Tuesday, 19 November 2019
PEMERINTAH KABUPATEN SEMARANG DINAS PERTANIAN PERIKANAN DAN PANGAN KABUPATEN SEMARANG ALAMAT KANTOR JALAN LETJEN SUPRAPTO NO.9 UNGARAN NO. TELPON.024-6924728 FAX.024-6921811

                                                                                                                            

 

 

 

Login Form

Remember Me

       
November 2019
S M T W T F S
27 28 29 30 31 1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
No events

B.KEHUTANAN

  • Bidang Kehutanan, membawahi :

  1. Seksi Aneka Usaha Kehutanan

  2. Seksi Konservasi Dan Rehabilitasi Hutan Dan Lahan

 

 

Upaya rehabilitasi hutan dan lahan dengan penghijauan terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Untuk tahun 2010 ini telah diadakan penanaman tanaman seluas 1.800 ha sejumlah 17.970 batang yang terdiri dari bibit sirsat, bibit asem, bibit durian, bibit pete, bibit jambu biji, bibit alpokat dan bibit mangga okulasi. Selain itu untuk menghindari erosi dan banjir telah dilakukan pembangunan konservasi berupa dam penahan sebanyak 2 unit, gully plug 10 unit, dan sumur resapan 30 unit.

  1.  

    Selanjutnya guna memberikan kesadaran dan pengetahuan kepada masyarakat khususnya petani maka dilakukan pembinaan bagi penyuluh untuk meningkatkan kualitas sumberdaya penyuluh sebanyak 60 orang.

     

    Untuk memberikan pelayanan dan bimbingan kepada masyarakat, Dinas Pertanian, perkebunan dan Kehutanan memiliki UPTD Perbibitan Tanaman kehutanan. Tahun ini telah tercapai pembuatan bibit tanaman kehutanan sebanyak 100.000 batang yang terdiri dari beberapa tanaman kehutanan seperti, jati, sengon, durian dan lain sebagainya.

     

     

    Dibidang aneka usaha kehutanan, produksi madu rata-rata mencapai 14.200 kg/ thkarena semakin terbatasnya tempat pengembalaan lebah, masih adanya image masyarakat bahwa adanya lebah akan menurunkan produksi panen, peralatan pasca panen yang masih konvensional dan masih terbatasnya SDM peternak. Sedangkan usaha ulat sutera perkembangannya berjalan lambat bahkan tidak berproduksi akibat mutu maupun harga kalah bersaing dengan sutera import.